• Reaksi Cepat RSUD Syamrabu Tangani Syaifa

    Reaksi Cepat RSUD Syamrabu Tangani Syaifa

    Setelah dilakukan operasi pengangkatan jarum pentul yang tertelan ke
    dalam paru-paru, Minggu (1/4), remaja bernama Moh. Syaifa Abdillah berusia 15 tahun itu, keadaannya semakin membaik dan diperbolehkan pulang oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Ratu Ebuh (Syamrabu).

    Syaifa dilarikan Rumah Sakit (RS) Syamrabu Kamis (29/3) kemarin. Menurut penuturan dari salah satu orang tua asuhnya, Syaifa ketika hendak berangkat dari rumah menuju sekolah menemukan jarum pentul di dalam mobil. Kemudian ia sempat membuat mainan untuk menulis.

    Tetapi ketika bernafas tiba-tiba jarum pentul tersebut tertelan masuk hingga ke paru-paru. ”Sempat menemukan jarum ini di jok mobil, akhirnya dibuat mainan sampai kesekolahnya, sempat dibuat nulis-nulis, trus bernafas, jarum itu langsung masuk ke dalam,” tutur Masrianto ayah asuh Syaifa.

    Karena khawatir, akhirnya Masrianto melarikan Syaifa ke RSUD Syamrabu pada hari itu juga. Ia mengkhawatirkan jarum pentul yang masuk ke paru-paru anaknya tersebut, jika dibiarkan lama, akan mengalami infeksi.

    ”Kami sempat khawatir, sebab menancap di paru-parunya dan takutnya kena titanus. Saya sangat berterima kasih sekali kepada RS Syamrabu yang telah menyelamatkan anak saya,” katanya saat ditemui di RS Syamrabu.

    Sementara itu, dr Catur yang mewakili RSUD Syamrabu mengatakan, bahwa ini adalah kasus pertama dan langka yang ditangani RS Syamrabu. Menurut dokter spesialis paru yang menangani Syaifa ini, reaksi cepat langsung dilakukan oleh rumah sakit. Bahkan dioperasi di hari yang sama saat korban dibawa ke rumah sakit.

    ”Hasil pemeriksaan ronsen, jarumnya ada di paru-paru, nah kemudian hasil pemeriksaan, kami putuskan pengambilan hari ini (Kamis 29/3) dengan alat bronkoskopi yaitu alat dengan selang yang ada kameranya dimasukkan ke dalam paru-paru untuk mengambil jarum tersebut,” paparnya sambil menunjukkan hasil ronsen kepada Kabar Madura.

    Dokter Catur mengatakan, jika jarum pentul tersebut tidak segera ditangani, akan dikhawatirkan juga bisa masuk terlalu jauh ke dalam dan lebih sulit diambil. Masih menurutnya, operasi dilakukan selama 30 menit mulai memasukkan alat sampai pengambilan.

    ”Meski agak sulit juga, tapi alhamdulillah berjalan dengan baik dan jarum bisa diangkat,” paparnya.
    Sebelumnya, alat bronkoskopi juga pernah digunakan dan berhasil menangani pasien pendaharan dengan batuk darah. (KM38/waw)

    Sumber: http://kabarmadura.co/2018/04/04/reaksi-cepat-rsud-syamrabu-tangani-syaifa/

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply